REVIEW FILM "THE TEACHER'S DIARY"

"The Teacher's Diary" (2014) adalah film Thailand yang menceritakan tentang dua guru yang mengajar di daerah terpencil. Mereka tinggal di atas sebuah rumah di tepi sungai. Pendidikan tanpa lelah dan melakukan segala yang mereka bisa untuk membuat anak-anak ingin pergi ke sekolah. Guru Song dan Ann mengajar di "Baan Gaeng Wittaya" atau "Sekolah Rumah Perahu" pada waktu yang berbeda. Guru Ann adalah guru pertama di sekolah. Guru Ann melamar menjadi guru, dan kepala sekolah menerima bahwa dia harus menghapus tato di pergelangan tangannya. Karena guru adalah panutan bagi siswanya. Guru Ann tetap bersikeras untuk tidak menghapus tato tersebut dan membuktikan bahwa dia bisa. Pada saat yang sama guru Song semester dua melamar menjadi guru penjas, namun tidak ada lowongan, akhirnya kepala sekolah di kirim ke sekolah yang sama satu tahun setelah selesainya kontrak guru di Ann.

Akhirnya di ujung Bendungan Mae Ping , guru Ann diutus untuk mengajar anak-anak nelayan, masyarakat di sana hidup di sungai sebagai nelayan. Guru Ann berusaha sekuat tenaga untuk mengajar, tanpa batasan apa pun, tanpa listrik, tanpa jaringan telepon seluler, diterjang badai, dll. Pahami pentingnya sekolah bagi 7 anak nelayan. Demikian pula dengan cerita yang ditulis oleh Guru Ann dalam buku hariannya, Pak Song tidak terbiasa hidup di lingkungan yang terbatas, yang membuatnya menemui kesulitan, tetapi akhirnya selamat. Sebanyak tujuh anak nelayan tersebut akhirnya lulus satu persatu. Karena ketujuh anak ini memiliki kelas yang berbeda, mereka diajar dalam satu kelas.

Bagi calon pendidik dan guru, ada banyak pelajaran dalam film ini yaitu: 

1. Batasan tidak akan menghalangi siapa pun untuk menerima pendidikan 

2. Menjadi guru bukan hanya tentang A, B, C dan 1, 2, 3. Tidak cukup hanya dengan mengajar dan mendidik untuk memahami karakteristik siswa, tidak ada batasan komunikasi antara keduanya. 

3. Dalam mengajar perlu dilakukan perubahan yang tidak monoton. Masih banyak pembelajaran yang menggunakan metode pengajaran, ceramah, dan siswa menjadi khalayak nyata dan memungkinkan mereka untuk mengetahui tanpa memahaminya. 

Film ini disajikan dengan berbagai ragam situasi; lucu, haru, inspiratif, dan romance, intinya mengajarkan kita agar TIDAK MENYERAH dalam KONDISI APAPUN.

Pesan moral: Tidak hanya tentang cinta, cara mereka mengajar dengan tulus dan rela berkorban demi melihat siswanya lulus, menjadi inspirasi bagi siapapun yang menontonnya, baik anda seorang guru maupun bukan, film ini adalah pilihan yang tepat untuk memperingati Hari Guru kemarin.

Jangan lupa nonton filmnya ya guys. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

WISATA PANTAI INDRAYANTI YOGYAKARTA

Stop Melakukan 4 Hal Ini agar Masa Depanmu Bisa Dipenuhi Kebahagiaan